6 Makanan Ciri khas Solo Harus Dicoba, Awas Suka!

Makanan Ciri khas Solo – Bukan sekedar wisata riwayat serta budaya, Solo banyak juga dikunjungi wisatawan sebab kekayaan kulinernya. Bermacam hidangan minuman dan makanan lezat di kota asal Presiden Jokowi siap menganakemaskan beberapa petualang rasa. Bahkan juga tidak dikit pelancong luar negeri dibikin ingin tahu dengan macam makanan ciri khas Solo. Dari mulai berkuah sampai kering, mudah sampai berat, variasi makanan ciri khas Solo punya potensi membuat lidah suka. Jadi jangan pernah tidak coba bila kebetulan bertandang kesana. Berikut beberapa referensi dari kontributor Makanan Khas Solo.

Makanan Khas Solo

Nasi Liwet Solo

Nasi Liwet Solo

1. Nasi Liwet
Nasi liwet ialah makanan ciri khas Solo terpopuler antara variasi kuliner yang lain. Sajian tradisionil ini terbagi dalam nasi gurih plus penambahan sayuran jipang, daging ayam, telur, santan kental (kumut), opor, serta ditempatkan diatas daun pisang. Penyajian alasnya juga tidak kalah unik. Daun pisang dikit ditekuk serta disematkan lidi agar memiliki bentuk mirip kerucut atau diketahui dengan arti pincukan. Satu diantara nasi liwet yang cukup populer di Solo ialah Wongso Lemu. Tempatnya berada di wilayah Keprabon, Jl Teuku Umar (dekat Kraton Mangkunegaran). Usaha kuliner ini telah ada semenjak tahun 1950, karena itu tidak bingung ketenarannya sudah terdengar sampai semua Pulau Jawa. Buat yang tertarik coba, mereka membuka mulai jam empat sore sampai dua pagi hari.

2. Selat Solo
Selat Solo sudah sempat diberikan pada Raja Salman waktu bertandang ke Indonesia. Makanan ciri khas ini terbagi dalam potongan daging mirip steak, telur, potongan buncis, wortel, serta kentang yang disiram kuah semur. Kata ‘selat’ sendiri konon datang dari lafal Jawa untuk ‘slaatje’, kata Belanda yang bermakna dari salad. Alkisah di jaman penjajahan Belanda, masyarakat pribumi Solo tertarik dengan makanan salad. Tetapi sehubungan lidah orang Jawa kurang sudi dengan citarasa Eropa, salad lalu dirombak jadi makanan yang sekarang diketahui jadi Selat Solo. Satu diantara warung selat yang populer ialah Vien’s. Tempatnya tidak jauh dari Stasiun Solo Balapan. Tidak hanya enak, satu porsi selat di sini dibanderol pada harga yang tidak kuras kantong. Pengunjung dapat juga pesan sup matahari, sajian ciri khas Solo lain yang tidak kalah merayu. Vien’s terdapat di Jl. Hasanuddin No. 99 D&E, Banjarsari, Surakarta. Mereka membuka di antara jam 1/2 delapan pagi sampai lima sore.

3. Timlo
Timlo ialah hidangan berisi daging ayam, ati ampela, sosis goreng, dan telur pindang. Sosis goreng di sini bukan sosis biasa yang terbuat dari daging sapi, tetapi makanan berbalut kulit lumpia yang dilipat seperti martabak serta digoreng. Isiannya berbentuk suwiran dada ayam yang nikmat. Satu diantara warung timlo populer di Solo ialah Timlo Sastro. Kuliner legendaris Solo ini terdapat di Jl. Pasar Gede Timur No 1-2, Balong. Masyarakat seputar mengenalnya dengan nama Timlo Sastro Balong. Di sini pengunjung dapat pilih menu irit seharga tujuh ribu rupiah atau menu komplet seharga 18 ribu. Paket komplet terbagi dalam nasi, ati rempela, telur, serta sosis solo. Sesaat menu irit berisi nasi serta kuah timlo saja. Pilihan minumannya cukup bermacam, dari mulai es stroop, es teh manis, teh manis hangat, susu soda, serta masih banyak. Tertarik coba? Kuliner legendaris ini membuka di antara jam enam pagi sampai 1/2 empat sore.

4. Tengkleng
Tengkleng ialah olahan berisi tulang-belulang dengan dikit daging masih melekat. Umumnya ditambah lagi jerohan kambing, mata, pipi, kuping, serta yang lain. Kuahnya kental serupa gulai serta bumbunya terasa sangat. Satu diantara warung tengkleng terpopuler di Solo ialah Tengkleng Bu Edi. Di sini konsumen setia akan memperoleh hidangan kepala kambing komplet dengan tulang-tulangnya. Kuahnya berwarna kuning, diberikan bersama dengan cabai rawit merah menyembul di sana-sini. Rasa-rasanya dikit asin dengan kombinasi sensasi pedas dan gurih. Tengkleng Bu Edi diberikan dalam pincuk daun pisang serta dilapis kertas pembungkus makanan. Karena sangat terkenalnya beberapa pengunjung umumnya telah antre sebelum warung dibuka. Jadi, janganlah terkejut jika berpanci-panci tengkleng di sini ludes cuma dalam tempo dua jam. Usaha kuliner ini ada di Pasar Klewer, begitu gampang diketemukan. Tetapi ingat, mereka membuka di antara jam satu siang sampai tiga sore, janganlah terlambat hadir bila tidak ingin kehabisan.

5. Serabi Notosuman
Serabi dapat disebut seperti pancake. Adonannya terbagi dalam tepung beras, santan, gula, garam, serta daun pandan. Teksturnya kenyal tetapi lembut serta rasa-rasanya begitu legit. Beda dengan serabi atau surabi wilayah lain, serabi Solo atau Notosuman disajikan tanpa ada kuah manis serta memiliki bentuk lebih tipis. Sesuai dengan namanya, serabi ini berkembang dengan cepat di wilayah Notosuman semenjak 1926. Satu diantara penjual yang terpopuler ialah Ny. Lidia. Cuma ada dua type yang dapat dicoba, polos serta coklat. Buat yang ingin coba, tempat ini membuka di antara jam enam pagi sampai lima sore. Langkah membuatnya masih tradisionil, cuma memakai adonan tepung beras serta santan. Ini membuat Serabi Notosuman cuma dapat tahan sepanjang 24 jam. Lebih dari itu rasa-rasanya tidak nikmat .

6. Tahu Kupat
Tahu Kupat terbagi dalam ketupat, mie basah, taoge/kecambah, tahu goreng, potongan bakwan goreng, serta taburan kacang goreng. Semua bahan itu diberikan dengan bumbu kecap manis encer. Jadi pelengkap, umumnya ditambah lagi telur dadar plus kerupuk. Buat yang suka makanan pedas, kuliner ini nikmat disantap bersama dengan ulekan cabai rawit merah. Satu diantara penjual tahu kupat populer di Solo ialah Warung Tahu Kupat Solihin. Terletak tidak jauh dari Masjid Solihin, di pojok Jl Gajah Mada. Usaha kuliner legendaris yang sebenarnya bernama Warung Sido Singgah ini telah ada semenjak 1977 serta banyak yang mengaku jadi satu diantara kupat tahu terlezat. Buat yang ingin jajan kesini, mereka membuka mulai jam 1/2 tujuh pagi sampai 1/2 enam petang.

Itu barusan deretan makanan ciri khas Solo yang pantas untuk dicoba. Bila kebetulan sedang ada di tanah kelahiran Presiden Joko Widodo, jangan pernah melepaskan peluang coba hidangan itu.

Leave a Reply